Masjid Agung Istiqomah by Assegaf

Photo Masjid Agung Istiqomah Jl. Kol. Soetadji (Depan Kantor Pos).

Tambangan Teras by Assegaf

(Tambangan Teras) menghubungkan ke desa Teras Baru, Teras Nawang dan salim Batu berada di Jl. Katamso.

Rumah Kerajaan Bulungan by Google

Rumah Keluarga Kerajaan Kesultanan Bulungan berada di Kecamatan Tanjung Palas.

Bulungan Sore Hari by Muhammad Ari Febriansyah

Kota Tanjung Selor dikala sore hari.

Jembatan Tanjung Palas by Muhammad Ari Febriansyah

Jembatan yang menjadi penghubung antara kabupaten Bulungan - Tanjung Palas - Kabupaten Tana Tidung - Kabupaten Malinau - Kabupaten Nunukan.

Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Sejarah Bulungan

Kabupaten Bulungan (dahulu bernama Kabupaten Bulongan) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Tanjung Selor.

Daftar isi

Sejarah

Nama Bulungan berasal dari sebuah Kesultanan yang pernah ada di daerah tersebut yaitu Kesultanan Bulungan yang berkedudukan di Tanjung Palas.
Sejak tahun 1999, kabupaten ini telah dimekarkan menjadi tiga kabupaten dan satu kota masing-masing Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan.
Saat ini keempat wilayah otonom tersebut sedang berjuang untuk mendirikan provinsi tersendiri terpisah dari Kalimantan Timur. Nama provinsi baru tersebut yang disiapkan adalah Kalimantan Utara (Kaltara) dan nantinya berpusat di salah satu kota kecamatan di Kabupaten Bulungan. Kemungkinan nantinya terletak di Tanah Kuning.

Pemekaran kabupaten

Pada tanggal 17 Juli 2007, dalam Sidang Paripurna DPR RI telah disetujui pembentukan kabupaten baru, yaitu Kabupaten Tana Tidung yang merupakan pemekaran dari wilayah Nunukan dan Bulungan. Dari Nunukan, kecamatan Sembakung dipindahkan menjadi wilayah kabupaten baru tersebut, sedangkan dari Bulungan, dipindahkan tiga kecamatan, yaitu Sesayap, Sesayap Hilir dan Tanah Lia.

Ibukota

Kota Tanjung Selor sebagai ibukota Kabupaten sendiri adalah sebuah kota pedalaman yang tenang dan nyaman. Hanya 20 ribu penduduk tinggal di kota ini, sebagian besar berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil dan pedagang. Kehidupan di kota ini sungguh menyenangkan.
Untuk menuju ke Tanjung Selor pada umumnya kebanyakan orang melalui Kota Tarakan dengan pesawat udara. Lantas disambung dengan Speed boat selama satu jam perjalanan. Tetapi bisa juga langsung terbang dari Balikpapan atau Samarinda menuju Tanjung Selor, karena kota ini telah memiliki Bandar Udara perintis dengan jadwal penerbangan reguler dari Samarinda, ibukota Provinsi Kalimantan Timur.

Obyek Wisata

  • Sungai Kayan
Sungai Kayan merupakan sungai arus deras, dengan grade1/2 atau tingkat kesulitan di atas rata-rata, sehingga berpotensi sebagai objek wisata arung jeram. Sungai ini melewati lebih dari 20 desa yang memiliki sub suku yang berbeda namun bahasanya sebagian besar sama.Aktivitas masyarakat di sepanjang sungai ini adalah berburu dan bertani (bercocok tanam). Mayoritas penduduknya adalah Dayak dan Bulungan, namun di setiap desa tinggal pula bermacam suku pendatang seperti Bugis, Banjar, Toraja, Jawa dan lain-lain.
  • Air Terjun Long Pin
Di lokasi ini Anda dapat menikmati pemandangan yang indah sambil berbenah diri dengan bermandikan air jernih karena di bagian hilir membentuk danau yang indah, dikelilingi bebatuan alami sehingga menambah keasrian alamnya.
  • Sungai Giram
Sungai Giram terletak di Kecamatan Peso. Tiba di sungai Giram inilah tempat yang pas bagi Anda yang tertarik dengan olahraga arung jeram. Sungai dengan panjang 2 km dan lebar 50 m siap menantang nyali Anda.
  • Sumber Air Panas Sajau
Air Panas yang ada di sini berasal dari panas bumi, dengan panasnya kita dapat merebus telur di dalamnya. Keindahan alamnya yang masih asri sangat tepat bagi Anda untuk melakukan petualangan alam bebas.
  • Gunung Putih
Disebut gunung putih karena gunung ini merupakan gunung kapur berwarna putih yang sangat indah dengan relief-relief yang alami bak pahatan seorang seniman. Selain menikmati pemandangannya yang mengagumkan kita dapat memanjat relief-relief itu sampai ke puncaknya atau kita dapat berjalan dengan anak tangga yang tersedia. Dari puncak kita bisa nikmati pemandangan alam yang eksotis, disini juga terdapat goa burung yang dipercaya merupakan tempat tafakur/menenangkan diri Sultan Bulungan. Anda juga dapat menikmati sajian kesenian daerah di rumah panggung di lokasi wisata gunung putih ini.
  • Air Terjun Idaman KM 18
Air terjun dengan ketinggian 15 meter ini ditempuh selama kurang lebih 45 menit dari kota Tanjung Selor. Anda diajak berpetualang menjelajahi hutan.
  • Air Hutan Gunung Seriang KM 2
Air hutan ini tidak sepanjang tahun mengalir deras, ada kalanya berkurang di musim kemarau. Jika datang musim penghujan hutan ini dialiri air yang nampak indah menyegarkan. Kondisi hutan yang masih rapat merupakan daya tarik lain yang disuguhkan di sini. Untuk sampai ke lokasi ini juga sangat mudah, dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 15 menit saja.

Pemerintahan

Kantor Bupati Bulungan
Bulungan sekarang dipimpin oleh Bupati Drs. Budiman Arifin dan Wakil Bupati Drs. Liet Ingai yang terpilih dalam sebuah Pemilihan umum Kepala Daerah yang berlangsung pada tahun 2005 dan 2010.
Pada Pilkada Bulungan tahun 2010, ada lima pasangan calon, antara lain: [2]
  1. Alwan Saputra berpasangan dengan Haris Fadhillah
  2. Budiman Arifin berpasangan dengan Liet Ingai
  3. Abdul Azis Muhammadiyah berpasangan dengan Ingkong Ala
  4. Anang Dachlan Djauhari berpasangan dengan Datu M. Syukur
  5. Ahmad Yani berpasangan dengan Syaiful Bachry
Jumlah DPT Pilkada Bulungan 2010 sebanyak 74.255 orang. Pencoblosan dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2010.
Budiman Arifin dan Liet Ingai (yang maju kembali sebagai calon bupati dan wakil bupati Bulungan untuk periode 2010-2015) memperoleh suara tertinggi sekitar 20.898 suara (38,38 persen), meski berselisih suara tipis dengan pasangan Anang-Datu Syukur yang menempati urutan kedua dengan memperoleh 20.578 suara (38,24 persen).
Budiman Arifin dan Liet Ingai dilantik oleh gubernur Awang Faroek Ishak pada tanggal 1 September 2010 di Gedung Tamaddun, Tanjung Selor.[3]

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Bulungan

Sejarah Tanjung Selor

Sejarah Berdirinya Kabupaten Bulungan (Kota Ibadah)

Secara Kronologis, sejarah perjalanan terbentuknya Bulungan sebagai Daerah Otonom, sebagai berikut:

Tahun 1731 :
Awal berdirinya Kesultanan Bulungan.Raja Pertama: Wira Amir gelar Amiril Mukminin (1731 – 1777) Raja Kesultanan Bulungan yang ke-13 (terakhir): Datuk Tiras gelar Sultan Maulana Muhammad Djalalluddin (1931 – 1958)

Tahun 1950 :
Setelah kemerdekaan Republik Indonesia , Kesultanan Bulungan ditetapkan sebagai Wilayah Swapraja

Tahun 1955 :
Berdasarkan: SK Gubernur Kalimantan No. 186/ORB/ 92/14/1950, kemudian disahkan menjadi UU Darurat RI Nomor 3 Tahun 1953. Status Wilayah Swapraja Bulungan dirubah menjadi Daerah Istimewa Bulungan. Berdasarkan UU No. 22 Tahun 1955 Sebagai Kepala Daerah Istimewa : Sultan Maulana Muhammad Djalaluddin (Datuk Tiras)

Terbentuknya Dewan Perwakilan Rakyat di Daerah.
Ketua DPRD Pertama : Muhammad Zaini Anwar (1955 – 1959)
Tahun 1959 :
Status Daerah Istimewa dirubah menjadi Daerah Tingkat II Bulungan. Berdasarkan UU Nomor 27 Tahun 1959
Tahun 1960
Tanggal 12 Oktober 1960, Pelantikan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Bulungan Pertama: Andi Tjatjo Gelar Datuk Wiharja (1960 - 1963) Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Jadi Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan.

Tahun 1997 :
Bulan Desember 1997, Status Kota Administratif Tarakan ditingkatkan menjadi Kotamadya Tarakan (Terdiri dari: 2 Kecamatan, 12 Desa, dan Luas wilayah 507,10 Km' )
Berdasarkan UU. Nomor 29 Tahun 1997. Pemekaran Kabupaten Daerah Tk. II Bulungan menjadi 3 (tiga) Daerah Otonom, yaitu: Kabupaten Bulungan, Malinau dan Nunukan (masing-masing membawahi 5Kecamatan)
Berdasarkan : UU. Nomor 47 Tahun 1999

Tahun 2000 :
Perubahan Nomenklatur Kabupaten Daerah Tingkat II Bulungan menjadi Kabupaten Bulungan dan Titelatur Bupati Kepala Daerah Tk. II Bulungan menjadi Bupati Bulungan.
Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 1999 (selanjutnya direvisi menjadi UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah)

Tahun 2005 :
Tanggal 27 Juni 2005, pertama kali dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung untuk memilih Kepala Daerah ke- 12 (2005 – 2010) Dasar pelaksanaan Pilkada : UU. Nomor 32 Tahun 2004 dan PP. Nomor 6 Tahun 2005.

Tahun 2007 :
Tanggal 10 Agustus 2007 sesuai dengan UU RI No. 34 Tahun 2007 Tentang Pembentukan Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Timur, sehingga 3 Kecamatan yaitu : Kecamatan Sesayap, Kecamatan Sesayap Hilir dan Kecamatan Tana Lia, menjadi Kabupaten Tana Tidung

Motto Kabupaten Bulungan
Kalimat “Merudung Pebatun de Benuanta" diambil dari bahasa Bulungan yang mempunyai makna saling bahu-membahu antar seluruh lapisan masyarakat dalam membawa Kabupaten Bulungan ke arah yang lebih baik
Perayaan Birau
Birau pada awalnya dilaksanakan dalam rangka syukuran khitanan anak Sultan Kerajaan Bulungan. Pesta diadakan secara meriah sehingga seluruh masyarakat turut bergembira merayakan telah dikhitannya putra Sultan.
Pelaksanaan Birau telah menjadi agenda resmi Pemerintah yang dilaksanakan setiap tahunnya pada tanggal 12 Oktober bersamaan dengan peringatan HUT Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan. Tujuan pelaksanaan Birau adalah:
1. Upaya untuk melestarikan dan menggali potensi adat dan seni budaya asli Kabupaten Bulungan.
2. Memberikan hiburan kepada masyarakat dan penyampaian informasi hasil pembangunan daerah.
3. Sebagai media promosi pariwisata daerah dan upaya menarik wisatawan. Sesuai dengan tujuan tersebut, maka dalam pelaksanaan Birau, selain menampilkan atraksi adat dan seni budaya daerah, tari kreasi, juga dipadukan hiburan modern dan kegiatan pameran pembangunan, serta pasar malam.

sumber : http://www.bulungan.go.id/v01/Bulungan/hari-jadi-dan-sejarah.html

Mohon Maaf jika ada yang kurang bisa ditambahkan dengan komentar dibawah ini

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More